Beberapa Menu Program Diet Plastik Berikut Patut Dicoba

Beberapa Menu Program Diet Plastik Berikut Patut Dicoba

Uncategorized

Beberapa Menu Program Diet Plastik Berikut Patut Dicoba! Baru-baru ini kita dikejutkan oleh berita tentang penemuan seekor paus yang sangat besar. Panjangnya 9,5 meter dan lebar mencapai 1,85 meter. Bukan soal berita bangkai paus yang ditemukan warga, melainkan isi perut dari paus tersebut. Setelah melihat kondisi paus, banyak sekali yang menyayangkan dan mulai memikirkan kembali kondisi perairan Indonesia.

Dalam perut bangkai paus itu terdapat sampah plastik yang sangat banyak. Muhammad Irpan Tasakka selaku Dosen Sekolah Kelautan dan Perikanan Wakatobi menyebutkan bahwa berat total sampah yang ada di dalam perut paus tersebut adalah 5,9 kilogram. Sampah-sampah itu meliputi sampah tali rafia, perabotan dapur plastik, gelas minuman air mineral, tutup botol, dan beberapa sampah kayu. Melihat kondisi seperti ini, sudah sepatutnya semua wilayah terutama daerah wisata atau konservasi lebih fokus dalam program diet plastik.

Beberapa Menu Program Diet Plastik Berikut Patut Dicoba
Beberapa Menu Program Diet Plastik Berikut Patut Dicoba

Diet plastik merupakan sebuah program untuk meminimalisir penggunaan plastik. Program ini bisa dijalankan oleh siapa saja. Malah lebih baik, dimulai dari diri sendiri. Beberapa peneliti, komunitas-komunitas bahkan pemerintah sudah mulai bergerak untuk melakukan program ini.

Di beberapa daerah sudah menerapkan program diet plastik. Salah satunya adalah dengan cara melakukan pengurangan dalam penggunaan kantong plastik. Hal ini bisa dilihat dari peraturan pemerintah yang menginstruksikan para pelaku usaha untuk tidak memberikan plastik jika ada yang berbelanja. Ada sanksi bagi mereka yang tidak mengindahkan peraturan tersebut. Beberapa wilayah itu diantaranya Balikpapan, Banjarmasin, Bogor, Bandung, dan Denpasar.

Selain bangkai paus tadi, ternyata apa yang kita konsumsi sehari-hari pun mulai terkena dampak limbah plastik. Beberapa waktu lalu, peneliti dari Korea Selatan dan Greenpeace Asia Timur melakukan penelitian terkait mikroplastik. Sampel yang diambil adalah garam dapur. Hasilnya sungguh mempermantap keputusan bahwa kita perlu melakukan diet plastik mulai saat ini.

Dari hasil penelitian terhadap 39 sampel garam dengan merek dan asal usul berbeda, hasilnya sungguh mebuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, dari 39 sampel ternyata 36 sampel lainnya terindikasi mengandung mikroplastik. 36 sampel itu diambil secara acak dari berbagai negara. Yang lebih mengagetkan adalah Indonesia menempati posisi nomor 1 sebagai penghasil garam yang mengandung mikroplastik. Itulah mengapa banyak sekali komunitas peduli lingkungan yang mengaungkan program diet plastik.

Garam dapur mengandung mikroplastik? Kok, bisa? Pertanyaan itu pasti muncul di kepala Anda. Setiap produk kelautan pasti ada kaitannya dengan sampah plastik. Oleh sebab itu, Untuk mendukung program diet plastik, beberapa aktifis menyebarkan sebuah petisi. Petisi tersebut berisi tentang permintaan kepada pemerintah untuk menerapkan cukai plastik.

Agar dapat melakukan diet plastik dengan baik, berikut beberapa hal yang perlu diterapkan.

1. Budayakan Membuang Sampah Pada Tempatnya

Lakukan diet plastik di mulai dari membuang sampah pada tempatnya. Jangan pernah membuang sampah dilautan. Terlebih jika berupa plastik. Tidak hanya itu, pastikan wadah pembuangan sampah juga sudah dipisahkan. Wadah sampah kering, basah dan yang bisa di daur ulang harus terpisah.

2. Mengurangi Penggunaan Plastik

Anda mungkin akan sulit melakukannya. Tapi, dalam jangka panjang, program diet plastik ini akan sangat bermanfaat. Mulailah untuk tidak menggunakan plastik saat berbelanja. Anda bisa menggunakan tote bag sebagai gantinya. Orang di zaman dulu pun jarang memakai plastik. Mereka lebih nyaman menggunakan keranjang belanjaan. Beberapa terbuat dari anyaman yang sangat ramah lingkungan.

3. Mengajak Masyarakat Sekitar Untuk Diet Plastik

Apapun yang dikerjakan bersama-sama hasilnya pasti akan jauh lebih baik. Berbicara soal lingkungan berarti berbicara soal masyarakat di sekitar tempat itu. Perlu adanya kerja sama untuk mendukung program diet plastik.
Untuk bisa sukses dalam melakukan diet plastik dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Memang benar bahwa untuk memulainya mesti dari diri sendiri. Namun, ini akan menjadi sulit jika tidak ada peran pemerintah. Begitupun sebaliknya.

Selain peraturan yang dibuat terkait diet plastik di beberapa pusat perbelanjaan, pemerintah juga harus konsen terhadap pembuangan akhir dari sampah-sampah tersebut. Salah satunya dengan menyediakan tempat pembuangan yang tidak saling bercampur. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap proses menagement sampah.

Seperti yang kita ketahui, sampah plastik sulit untuk bisa terurai. Oleh sebab itu, penanganannya pun berbeda dengan limbah lainnya. Hal ini pun menjadi bagian dari diet plastik. Tidak hanya mengurangi, kita juga perlu tahu cara mengelola sampah-sampah yang tidak dapat terurai itu.

Setelah kemarin pemerintah mengeluarkan himbauan untuk tidak menggunakan kantong plastik sebagai wadah saat berbelanja, baru-baru ini pemerintah juga turut menggaungkan larangan terkait penggunaan sedotan. Meski peraturan ini masih mencakup beberapa pelaku usaha besar, tapi setidaknya ini menjadi langkah awal dalam program diet plastik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *