Alih-Alih Bercanda, Beberapa Kalimat-Kalimat Berikut Bisa Kena Pasal Cyber Bullying.

Alih-Alih Bercanda, Beberapa Kalimat-Kalimat Berikut Bisa Kena Pasal Cyber Bullying

Uncategorized

Alih-Alih Bercanda, Beberapa Kalimat-Kalimat Berikut Bisa Kena Pasal Cyber Bullying! Jika berteman tanpa bercanda rasanya seperti sedang makan nasi tanpa lauk dan sayur. Sangat tidak enak. Bercanda adalah bumbu-bumbu dalam pergaulan. Meski berteman, Anda pun harus menjaga batasan-batasan dalam bercanda. Sebab jika terlalu berlebihan bisa dikategorikan sebagai Cyber Bullying.

Alih-Alih Bercanda, Beberapa Kalimat-Kalimat Berikut Bisa Kena Pasal Cyber Bullying
Alih-Alih Bercanda, Beberapa Kalimat-Kalimat Berikut Bisa Kena Pasal Cyber Bullying

Bullying dalam kacamata hukum adalah suatu aksi negatif yang seringkali dilakukan secara agresif dan manipulatif oleh seseorang atau sekelompok orang dalam kurun waktu tertentu yang mengandung kekerasan dan ketidakseimbangan kekuatan. Istilah bully sendiri marak dibahasakan dengan celaan atau tindak mengintimidasi sessorang. Jika dilihat dari konteks bahasanya, banyak hal disekitar kita yang ternyata dapat dikategorikan sebagai Cyber Bullying.

Beberapa tahun lalu kita digemparkan dengan aksi guru yang menganiaya murid dan begitu pula sebaliknya. Mengapa sampai ke ranah polisi? Sebab tindakan demikian termasuk dalam tindakan hukum yang ternyata dikategorikan sebagai Cyber Bullying.

Belakangan ini ramai kita dengar banyak netizen yang terjerat hukum akibat berbagai komentarnya di media sosial. Hal ini kemudian membuat kita menjadi seperti hidup di era terdahulu, dimana orang-orang sangat sulit untuk mengeluarkan pendapat. Hadirnya media sosial hari ini, membuat semua orang bebas berkomentar. Tapi, tidak lagi semenjak beberapa netizen diciduk akibat komentar yang di anggap sebagai Cyber Bullying.

Beberapa contoh kasus yang mengakibatkan seseorang dihukum pidana adalah kasus mantan Walikota DKI yaitu Ahok. Beliau ditahan akibat statment yang diindikasi menistakan agama. Statment beliau menggiring berbagai opini publik. Hingga akhirnya berujung di balik jeruji besi. Yang kedua, ada mantan dari Maia Estianti, Ahmad Dhani. Ayah dari Al Gazali ini baru saja menggelar sidang perkara cuitannya yang dianggap tidak pantas. Ia pun difonis merasakan dinginnya penjara selama kurang lebih 2 tahun. Saat ini sidang Ahmad Dhani masih berlangsung. Yang ketiga dan baru saja terjadi adalah kasus anak dari Ussy Sulistiowati. Berbeda dengan keduanya. Anak sulung dari Ussy, Amel, menjadi korban Cyber Bullying oleh netizen instagram.

Saat Ussy mengunggah foto kebersamaan dengan anak-anaknya, ada salah seorang netizen yang mencela Amel. Sontak, hal ini membuat istri Andika Pratama itu geram. Ia mengatakan, bahwa Ia siap dicela dan dihujat oleh siapapun tapi tidak terima jika menyangkut anak. Ia juga berkata bahwa yang mengatakan anaknya banyak, tapi yang satu itu memang sungguh luar biasa kelewatan. Ussy pun pada akhirnya mengadukan hal ini ke pihak yang berwajib setelah melalui berbagai pertimbangan. Ia menganggap bahwa ini sudah termasuk Cyber Bullying dan sangat mengganggu ketenangannya sebagai Ibu.

Saat ini, penggunaan media sosial harus berhati-hati dalam membuat postingan dan mengomentari postingan yang lainnya. Beberapa hal yang tidak disadari bisa membawa Anda ke meja hijau. Walaupun kita memiliki kebebasan dalam berpendapat, tapi bukan berarti kita boleh mengatakan atau menuangkan apa saja baik secara lisan maupun tulisan. Hal ini untuk mencegah terjadinya pelaporan atas kasus Cyber Bullying.

Komentar di media sosial mungkin terkesan sangat sepele. Namun, respon orang pasti berbeda-beda. Ada yang bisa menerimanya dengan berjuta pemakluman, ada yang memilih memaafkan, bahkan ada pula yang tidak terima. Bagi orang yang merasa tidak terima dan merasa sangat dizolimi, Ia berhak melaporkannya sebagai tindakan Cyber Bullying. Dan ini akan diproses oleh pihak kepolisian.

Kasus Cyber Bullying sendiri masuk dalam UU ITE pasal 27 ayat 3. Isi pasalnya adalah “setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Infomasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

Dari data diatas pun sudah sangat jelas pemaparannya terkait Cyber Bullying. Maka tidak main-main, ancaman pidananya pun cukup besar. Yaitu dipidana dengan kurungan penjara selama 4 tahun dan denda uang tunai paling banyak senilain 750 juta.

Meski sudah sangat jelas peraturan dan sanksi pidananya, masih ada saja orang yang kurang berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Beberapa menganggap bahwa apa yang dilakukan masih berada pada taraf wajar dan menjadi hak asasi dalam mengemukakan pendapatnya. Mereka tidak menganggap bahwa hal itu bisa berpotensi sebagai Cyber Bullying.

Meski demikian, pemerintah tidak bosan-bosannya memperingatkan masyarakat luas untuk lebih bijak dalam penggunaan media sosial. Agar tidak termasuk dalam kategori Cyber Bullying, alangkah baiknya memulai untuk berkata dan berkomentar yang baik. Melihat sesuatu dari berbagai sisi. Barangkali maksud Anda hanyalah bercanda, tapi tidak demikian ditangkap oleh mereka yang merasa terzolimi. Sakit hati mereka bisa berujung pada pelaporan polisi. Sementara ucapan atau komentar Anda bisa berujung kurung 4 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *